HUKUM TRUK SAMPAH

HUKUM TRUK SAMPAH

 

Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara.

Kami melaju pada jalur yg benar ….ketika tiba-tiba sebuah mobil ‘lusuh’ melompat keluar dari tempat parkir,  tepat di depan kami.

Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam, hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa centimeter dari mobil tersebut. Hampir kenaaa!!!

Pengemudi mobil ‘lusuh’ tersebut  mengeluarkan kepalanya dan memaki- maki ke arah kami.

Supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut.

Saya sangat heran dgn sikapnya yang bersahabat.

Saya bertanya, “Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit !”

Namun saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut  mengenai apa yang saya kemudian sebut “Hukum Truk Sampah”.

Ia menjelaskan bahwa sudah banyak orang seperti truk sampah sekarang ini.

Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan.

Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya dan seringkali mereka membuangnya kepada anda.

“Jangan ambil hati, tersenyum saja, Lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.”

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada  orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah, atau dalam perjalanan.

Intinya, orang yg sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dgn merusak suasana hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan.

Maka, kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yg tidak.

Hidup itu 10% mengenai apa yg kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya.

Hidup…. bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.

“Ah…. , terimakasih Pak Supir, dengan kebijaksanaan anda. Untuk mengingatkan, bahwa hidup adalah indah dan rahmat, untuk saling mengasihi dan memaafkan”

                                                                             —- kiriman dari seorang sahabat—–

Time for a milestone
Time to begin again
Revaluate who I really am
Am I doing everything to follow your will
or just climbing aimlessly over these hills
So show me what it is you want from me
I give everything I surrender…

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s